“Ainun, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencintaimu. Sehingga saya merelakan kamu pergi.” – Bj. Habibie
Untukmu Wahai Istriku Ainun, Semoga Bahagia Disana
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi
tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku
sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat
memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja,lalu rasanya mampu
membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan
tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang
tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan
salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan
pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu
sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu
sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan
aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku
adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan
aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Bj.Habibie and Almarhumah Hasri Ainun Habibie has been married for 48
years. She passed away on May 23, 2010 in German. He wrote the last poem
for his wife and It’s very touching :(
0 Komentar